Translate

Selasa, 28 Juli 2020

RIP Chester Bennington

Sebenarnya ini tulisan beberapa tahun yang lalu. Tapi aku ingin menyampaikan bahwa inilah apa yang kurasakan saat kepergiannya.



Aku tidak tahu jika ternyata Chester Bennington memiliki masalah dengan dunia sebegitunya hingga ia memutuskan untuk bunuh diri. Ku kira lagu-lagunya memang ditujukan untuk menunjukkan caranya memandang dunia dari segi yang lain. Bukan dari kesenangannya tapi dari balik kekusutannya. Dunia yang berbahaya dan sulit. Sulit tapi tetap harus berjuang. Ia menyampaikan pesannya, motivasi untuk terus melaju meski dunia “Heavy”.

Berita kematiannya jelas mengejutkanku. Sekitar seminggu yang lalu. Sekarang tanggal 30 Juli 2017 jadi kira-kira tanggal 23-an. Aku benar-benar tidak menyangka jika ia memutuskan untuk mati dengan cara seperti itu. Aku memang i’ll fill dengan orang bertato tapi aku mengaguminya yang bisa nyanyi. Aku suka suaranya dan lagu-lagunya hingga tak peduli lagi dengan tato-tato yang menutupi kulit. Tapi... Tetap saja, berita ini membuatku kecewa. Bagaimana bisa ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu? Bahkan ia meninggalkan anak-anaknya. Apakah ia tidak memikirkan bagaimana anak-anaknya nanti, isterinya, sepeninggalnya? Apakah sudah tidak ada cara lain hingga ia melakukan itu? Bahkan di rumahnya sendiri.

Aku kasihan pada keluarganya. Dan, dirinya yang cepat menyerah seperti itu. Tidak ada yang tidak mungkin. Dia “Not Alone”. Dia adalah pengajar yang memberitahukan tentang “Future”. Ia bahkan mengingatkan kita tentang “The Mesenger” yang selalu bersama kita. Ia juga menunjukkan pada kita bahwa dunia berwarna-warni (“Iridescent”). Dia mengakhiri semuanya seolah “All for Nothing”. Apa maksudnya itu? Ia breaking me down. Padahal aku berharap bahwa ia akan terus berkarya “Until It’s Gone”, “In The End”, berjuang bersama melawan meskipun harus menghadapi “Battle Symphony”.

Aku marah karena ia begitu cepatnya “Given Up”. Seharusnya “We Use The Pain” supaya bisa lebih kuat menghadapi dunia ini yang semakin sulit. Aku tak percaya bahwa ia mengucapkan “Salam Goodbye” dengan sikap seolah-olah “Nobody Can Save Me”. Ia bahkan mengatakan “Sorry For Now” yang jelas-jelas tidak akan dimaafkan. Ia sudah mengecewakan banyak orang. Kenapa ia tidak meminta bantuan orang lain jika ia memiliki masalah? Padahal masih ada “New Divide”.


Sedikit curahan dari fans di celah dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar